“Keadaan paling dekat seorang hamba dari rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).” (HR. Muslim)

Syair Sang Guru

Sudah berapa lama aku hidup
Waktu terus berlalu
Susah dan senang silih berganti
Salah dan bernar selalu dinilai


Siapakah gerangan dia
Yang setiap saat menggerogoti ketenangan hidupku

Ternyata dia hanyalah permainan pikiran
Susah dan salah bila ego dirugikan
Senang dan benar bila ego diuntungkan
Betapa banyak korban berjatuhan olehnya

Bisakah aku hidup tanpa dia

Bermanfaat bagi orang lain
Cinta dan kasih ada di dalamnya
Hidup adalah sekarang
Nyata apa adanya tanpa perbandingan
Itulah orang bahagia

Lyric Lagu Kreto Jowo



Ono tangis kelayung layung
Tangise wong kang wedi mati
Gedungono kuncenono yen wis mati mongso wurungo ...


Di tumpakne kreto jowo
Rodane rodo manungso
Di tutupi ambyang ambyang di sirami banyune kembang ...


Duh gusti allah kulo nyuwun pangapuro
Ning sayange wis ora ono guno ...


Duh gusti allah pangeran hombo
Kulo niki nandang doso
Dosonipun kaleh perkara ...


Ingkang riyen doso ing tuhan
Kapindone doso ing anak adam
Duh gusti allah kulo nyuwun pangapuro ....

Salam di Awal Masehi




Sahabat-sahabatku, Sodaraku...
Semoga di tahun baru masehi, 2016 ini kita semua senantiasa dalam naungan Alloh. Menjadi hamba yang ahli berSyuku, Tawadhu, dan Zuhud. Mohon bukakan pintu maaf selebar-lebarnya bagi ku yang seorang pendosa ini. Dari tutur kata yang mungkin pernah menyakiti atau tidak berkenan di hati kalian, atau bahkan dari tingkah laku yang tidak sesuai dengan harapan kalian.

Sekali lagi mohon maafkan aku, jangan sungkan beri nasehat karena pada dasarnya semua manusia dalam keadaan merugi kecuali yang mau saling menasehati dalam urusan kebenaran dan kesabaran (QS. Al-Ashr). 

Mari sodaraku, sahabatku semuanya....
Pegang erat tanganku, mari kita rajut pertalian Ukhuwah dengan erat dan kuat. Jangan ada benci, dendam, menyakiti lagi. Mari saling memaafkan, introspeksi/muhasabah. Ayoo bangun silaturrahmi Ukhuwah antar umat seperti yang disunahkan oleh Rasululloh SAW. Mari jadi Umatnya yang senantiasa menghidupkan Sunah-sunah Rasul SAW.

Tepiskan ego, musnahkan dengki, hilangkan buruk sangka.
Eratkan hati, mari bantu sesama anak adam, mari kuatkan yang lemah, lindungi yang tak berdaya.
Bismillah... mari melangkah meniti tahun baru masehi ini dengan semangat motivasi menjadi Hamba yang Shaleh, yang dirahmati dan diridhai Alloh SWT. 

Semoga kelak kita bisa bertemu di kehidupan abadi yang sangat damai, sejahtera, bahagia yang kita sebut "SURGA". Semoga persaudaraan kita abadi, dari bumi hingga dibawa sampai ke langit.

Mari sodaraku...
Kita bangun SURGA di Bumi.... hingga terwujud SURGA di Langit


Brebes, 1 Januari 2016

a.k.a Zer0kiD



Tradisi Rebu Wekasan Menurut Buya Yahya



Assalamu ‘Alaikum WR. WB
Buya bagaimana hukumnya membaca doa khusus dan sedekah-sedekah khusus pada hari RABU WEKASAN, Apakah amalan itu disyariatkan dan dicontohkan Nabi Muhammad ? karena orang-orang kampung meyakini pada hari itu diturunkan bala dan bencana ?

Wa’alaikum Salam wr. Wb.
RABU WEKASAN adalah istilah untuk hari rabu akhir bulan shofar. Bulan shofar tidak beda dengan bulan yang lainya. Bukan bulan bencana dan bukan bulan sial. Kita tidak boleh mempercayai adanya bulan sial. Bulan sial adalah bulan seorang hamba melakukan kemaksiatan. Adapun berita tentang adanya ribuan bala bencana di hari itu bukanlah berita dari Nabi Muhammad SAW. Itu hanya ungkapan sebagian orang sholeh dan Bukan hadits nabi.

Yang mau mempercayai perkataan orang sholih tidak salah dengan 2 syarat :
1. Jangan di sandarkan kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Perkataan tersebut tidak bertentangan dengan syariat nabi Muhammad SAW. Tentang bala bencana bisa saja di ucapkan oleh seorang sholih dari ilham. Masalah ilham telah disepakati keberadaanya seperti disebutkan dalam Al-Qur’an.

Bagi yang tidak mempercayai juga tidak ada masalah sebab kita tidak wajib percaya kepada orang yang mengaku mendapatkan ilham. Yang tidak diperkenakan adalah kurang ajar kepada orang sholeh. Artinya bagi yang tidak percaya ya silahkan asal tetap menjaga tatakrama kepada orang sholeh tersebut.

Bagi yang tidak mempercayai, berprasangka baiklah kepada Allah dengan sungguh semoga di hari RABU WEKASAN Allah turunkan rahmat kepada kita serta tingkatkan ibadah dan jauhi maksiat agar Alloh senantiasa menjaga kita. Dan bagi yang mempercayai juga tidak perlu cemas dan berprasangka buruk pada Alloh sebab bencana apapun yang diturunkan hanya akan menimpa orang yang berprasangka buruk kepada Alloh dan yang dikehendaki oleh Alloh.

Adapun amalan yang seyogyanya dilakukan adalah tidak beda dengan amalan di hari-hari yang lainya. Perbanyaklah sedekah jangan tinggalkan di setiap hari untuk sholat hajat agar dijauhkan dari bencana dan agar dikarunia nikmat dan rahmat oleh Alloh SWT. Wallohu a’lam Bishshowab.

Syair Tanpo Judul [Brebes _2014]



Ku terombang alur fantasi morgana
Luluhkan hasratku, mataku terperangah
Apa bisa ‘tanyaku dalam hati’
Lama merenung menunggu kata itu
Teka-teki tanpa jawab
Tiada batas
Tak jangkau, tak berjarak
Namun tiada terlihat
Hanya rasa, terpaut angan




Ku mendesah penuh tanya
Sanggupkah dimensi ini kupahami
Nyaris hilang asa
Berkecamuk kelana gundah
Dalam putaran kaca
Tiada bayang
Hanya cermin diri ku dapat

Pesan Habib Rizieq Syihab (2014)



Kalau kalian tidak suka FPI dalam berjuang memberantas maksiat dan kemungkaran, itu adalah hak anda … Kalau kalian tidak suka dengan bakti sosial dan misi kemanusiaan relawan FPI, itu hak anda … Kalau kalian tidak suka dengan cara dakwah habaib, kiyai, ustadz, aktivis FPI, itu hak anda …

Tapi satu hal yang harus kalian ingat, SUDAH BERBUAT APAKAH KALIAN UNTUK BERJUANG MEMBELA SYARIAT ISLAM … ?!

Sudah sejauh dan sehebat apa PERJUANGAN KALIAN DALAM MEMBELA SYARIAT ALLAH YANG DI LECEHKAN OLEH GROMBOLAN MUNAFIKIN DAN KAFIRIN … ?!

FPI hanyalah sekelompok ormas kecil yang memiliki cita-cita besar, anggota dan pengurus FPI hanyalah manusia biasa dan bukanlah malaikat … Laskar FPI tidak berharap menjadi pahlawan ataupun mendapat imbalan, tapi hanya berharap negeri ini jauh dari maksiat dan kemungkaran …

Silahkan saja kalian membenci FPI, tapi janganlah kalian membenci apa yang di perjuangkan FPI … Silahkan saja kalian berkoar kalau kalian sudah berbuat untuk Islam.. Allahu akbar…

Ahlaq dalam Ukhuwah



AMALAN yg dpt mendekatkan ke SYURGA dan menJAUHI Neraka,
" Engkau beribadah kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat, menunaikan zakat dan menyambung tali persaudaraan " [HR. Muslim]

Berikut ini matan haditsnya :
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Dari Anas r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri"

Hadist Muslim:
Orang yang paling merugi adalah orang yg sombong diantara kamu dan orang yang paling kikir adalah orang yang enggan mengucapkan salam kepada sesama kamu 

Al-Quran
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isro’: 36)

Rasul,SAW berpesan.
"Sesama muslim itu seperti bangunan. Satu sama lain menguatkan.
Atau seperti jari jemari dan anggaota badan. Sakit satu berasa satu.
Jangan memelihara permusuhan dan kedengkian, harus saling menyayangi"

Penulis: 

Virus Aku



VIRUS "AKU"...
Yaa ini yg sangat kondang dari jaman bahula sampe abad dan detik ini. VIRUS yg menjadikan Pengidapnya terkena Penyakit 'Ujub' , Takabbur, Jumawa, meninggikan diri. Apa2 serba 'AKU' yg paling dulu, paling bener, paling pinter, paling hebat dan paling2 yg lain. 

Sikap adigang-adigung ini sunggu sangat 'Hina' karena Alloh sangat tidak menyukainya. dan ingatlah bahwa 'HANYA' Alloh saja yg memiliki 'KESEMPURNAAN'. itu artinya Hanya Alloh saja yang berhak Sombong karena Dia lah yang memiliki segalanya, bumi, langit dan seluruh isinya.

Syair tuk Sahabat...



Jangan mudah menJUDGE org dg statemen yg keluar dari emosi. Namun rasakanlah dari hati niscaya akan sirna keburukan yg anda bayangkan mengenai org itu.

Amat sangat TERPUJI & MULIA seorang 'sahabat / teman perjuangan'. dikala sahabatnya Down, memberi semangat dan doa. Disaat temannya bangkit, memberi inspirasi.

SAHABAT adalah satu diantara 'harta' yang sangat bernilai. pegang erat, jgn lepasin. dia adalah tempat berkeluh kesah, berbagi kebahagiaan, meminta saran dan nasehat. bahkan seorang Rasul pun sangat memuliakan sahabat.

Wahai sodaraku seluruh manusia di alam jagat raya ini. Marilah kita saling peduli. Jangan membenci, apalagi dendam. Bantulah lainnya yang sedang dalam kesempitan. Jangan nyerobot rejeki orang, tapi berbagilah dengan sesama. Kiri kanan mu, depan belakangmu, tetanggamu, partner kerja, bisnis dsb semua adalah saudaramu. Kita memiliki moyang yang sama 'Adam,AS'.

Yang rukun , tepo sliro, tenggangrasa, toleransi, saling hormat menghormati. SubhanALLOH sungguh indah, adem rasanya. Saling menaungi dan mengayomi antar manusia sehinga tercipta kerukunan dan saling percaya diantara anak Adam. InsyALLOH Alloh ridho, Bumi ridho, Langit ridho. Hidup kita akan sejahtera lahir batin, bahagia dan selamat dunia akhera.

Amiin ya Rabbana.

Empat (4) Surat Pilihan



Surat Al Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin. Beberapa fadilah surat Al Waqi’ah antara lain:

1. Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

2. Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

4 Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

5. Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117).

6. Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa, bahwa Rasulullah saw bersabda “Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu.”

7. Riwayat daripada Ibn Mas‘ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir, bahwa Rasulullah saw bersabda “Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiap malam ia tidak akan ditimpa kefakiran.”

8. “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)

9. Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surat Al-Waqi’ah”. (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)

10.Dengan mewiridkan surat Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamanya. Sa’d Al Mufti mengatakan, bahwa hadist ini shahih.

Fadilah Membaca Surat Yasin
Rasulullah Saw telah bersabda, “Bacalah Surat Yassin karena ia mengandungi keberkatan”, yaitu:
Apabila orang lapar membaca Surat Yassin, ia menjadi kenyang.
1. Jika orang tidak mempunyai pakaian akan mendapat pakaian.
2. Jika orang belum menikah, segera mendapat jodoh.
3. Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
4. Jika terpenjara akan dibebaskan.
5. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
6. Jika tersesat, sampai ke tempat yang ditujuinya.
7. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
8. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
9. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.

Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al- Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surat Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
Sabda Rasulullah s.a.w, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surat Yassin pada setiap hari,

Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al- Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surat Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.Sabda Rasulullah s.a.w, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surat Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.

Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Ridwan dari syurga membawa minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.

Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Barang siapa sembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surat Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.

Fadilah Surat Ar Rahman
1. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).

2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya.

Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Fadilah Surat Al Mulk

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Satu surat dalam al-Qur’an (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat) akan memberi syafa’at (dengan izin Allah Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga” (HR Abu Dawud (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 2891), Ibnu Majah (no. 3786), Ahmad (2/299) dan al-Hakim (no. 2075 dan 3838), dinyatakan shahih oleh imam al-Hakim dan disepakati oleh imam adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.)
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca surat ini secara kontinyu, karena ini merupakan sebab untuk mendapatkan syafa’at dengan izin Allah Ta’ala.

Tidak Meminta-Minta



Meminta-minta adalah sikap yang sama sekali tidak diajarkan oleh Rasulullah Saw.. Demikian juga para nabi dan rasul sebelum beliau, tidak ada yang mengajarkan untuk meminta-minta kepada manusia. Para utusan Allah Swt. justru memberikan keteladanan berupa kemandirian.
Sejak belia, nabi Muhammad Saw. sudah bekerja sebagai penggembala. Saat beranjak dewasa, beliau bekerja sebagai pedagang. Bagaimana dengan nabi-nabi sebelumnya? Nabi Nuh AS. adalah seorang tukang kayu, nabi Musa AS. adalah penggembala, dan nabi Daud AS. adalah seorang pandai besi. Ini adalah sebagian keteladanan yang dicontohkan oleh para utusan Allah Swt. dimana mereka mengajarkan kepada kita untuk tidak hidup dari meminta-minta kepada manusia.
Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah Saw. bersabda,
“Sungguh, seseorang dari kalian mengambil talinya lalu membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya, kemudian ia menjualnya, sehingga dengannya Allah menjaga kehormatannya. Itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada manusia. Mereka memberinya atau tidak memberinya”.[HR. Bukhari]


Saudaraku yang dirahmati Allah, sesungguhnya meminta-minta itu bukanlah perbuatan yang diajarkan dalam Islam. Bahkan, hukum asalnya pun adalah haram. Meminta-minta hanya dibolehkan untuk keperluan yang berkenaan dengan kepentingan umum umat Islam, seperti untuk pembangunan sarana peribadatan, pendidikan, bantuan untuk fakir-miskin dan anak-anak yatim.
Namun, untuk kepentingan seperti tersebut di atas pun, tetap harus diperhatikan cara melakukannya. Yaitu, dengan cara mendatangi orang-orang yang memiliki kelebihan harta kekayaan kemudian membicarakan keperluan-keperluan itu dengan baik. Atau dengan mengumumkan keperluan-keperluan itu di masjid, atau cara lain yang sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabatnya. Fenomena meminta-minta yang seringkali kita temukan saat ini di mana banyak sekali bagian dari umat ini yang meminta-minta di jalanan, itu bukanlah hal yang patut dilakukan. Karena, selain tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw., tata cara seperti itu juga bisa menimbulkan citra yang kurang baik bagi Islam dan kaum muslimin.
Namun, apakah umat Islam dilarang secara total dari perbuatan meminta-minta atau adakah golongan yang dikecualikan? Salah seorang sahabat Rasulullah Saw. yaitu Qabishah bin Mukhariq al Hilali RA. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Saw. pernah berkata kepadanya,
“Wahai, Qabishah! Sesungguhnya meminta-minta tidak dihalalkan kecuali bagi salah seorang dari tiga macam: (1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, kemudian ia berhenti (tidak meminta-minta lagi), (2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan (3) orang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya mengatakan “Si Fulan telah ditimpa kesengsaraan,” ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain tiga hal itu, wahai Qabishah, adalah haram, dan orang yang memakannya adalah memakan yang haram”.[HR. Muslim]
Betapa tidak terhormatnya sikap meminta-minta ini hingga Rasulullah Saw. bersabda,
“Seseorang senantiasa minta-minta kepada orang lain hingga ia akan datang pada hari Kiamat dengan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya”.[HR. Bukhari]
Dalam hadits ini Rasulullah Saw. bermaksud untuk menegaskan betapa buruknya perilaku kebiasaan meminta-minta kepada manusia. Dengan hadits tersebut di atas, Rasulullah Saw. menyampaikan bahwa di akhirat kelak, wajah orang-orang yang terbiasa meminta-minta kepada manusia selama hidup di dunia, tidak akan terdapat daging pada wajahnya, yang nampak hanyalah bagian tengkoraknya saja.
Kondisi ini adalah hukuman bagi orang-orang yang enggan melepaskan diri dari kebiasan untuk meminta-minta tanpa sedikitpun ada rasa malu di dalam dirinya.
Islam mensyariatkan kepada para pemeluknya dari sikap mental peminta-minta. Maksud sikap meminta-minta ini adalah ketika seseorang terbiasa hidup dari meminta-minta kepada orang lain, baik uang ataupun hal-hal lainnya, meski sebenarnya hal-hal yang dia pinta itu bukanlah sesuatu yang ia butuhkan secara mendesak.
Di dalam Al Quran Allah Swt. berfirman:
“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya Karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan, apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.” (QS. Al Baqarah [2]: 273).


Tentang ayat ini, Ibnu Katsir menerangkan bahwa di dalam ayat ini Allah Swt. berkehendak agar umat-Nya tidak memelas dalam meminta-minta kepada manusia dan juga supaya mereka tidak meminta dengan memaksa kepada manusia, meminta sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Karena, orang yang meminta-minta padahal sebenarnya dia memiliki sesuatu yang bisa mencegahnya dari meminta-minta, maka sungguh orang itu termasuk yang meminta-minta kepada manusia secara paksa.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah RA., Rasululah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang meminta-minta harta orang lain untuk dikumpulkannya maka sungguh dia telah meminta barak api jahannam, maka hendaklah dia mempersedikitkannya atau memperbanyakannya”. [HR. Muslim]
Untuk memperkuat penjelasan tentang jeleknya sikap meminta-minta, mari kita simak ulasan Abu Hamid Al Ghazali.Ia memaparkan, “Pada dasarnya meminta-minta itu adalah haram, namun dibolehkan karena adanya tuntutan atau kebutuhan yang mendesak yang mengarah kepada tuntutan, sebab meminta-minta berarti mengeluh terhadap Allah, dan di dalamnya terkandung makna remehnya nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamabaNya dan itulah keluhan yang sebenarnya. Pada meminta-minta terkandung makna bahwa peminta-minta menghinakan dirinya kepada selain Allah Ta’ala dan biasanya dia tidak akan terlepas dari hinaan orang yang dipinta-pinta, dan terkadang dia diberikan oleh orang lain karena faktor malu atau riya, dan ini adalah haram bagi orang yang mengambilnya”.
Dari Samuroh bin Jundub RA. bahwa Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya meminta-minta itu sama seperti seseorang menggores wajahnya sendiri kecuali jika dia meminta kepada penguasa atau meminta karena darurat”. [HR. At Tirmidzi]
Di dalam kehidupan kita saat ini, kita menemukan bahwa meminta-minta tidak lagi hanya didasarkan karena keterpaksaan belaka. Ada orang-orang yang menjadikan cara meminta-minta kepada manusia sebagai cara mereka memperoleh penghidupan. Mereka meminta-minta dalam keadaan yang tidak terpaksa karena sebenarnya mereka tidak sedang benar-benar membutuhkan apa yang mereka pinta. Bahkan, ada juga yang menjadi peminta-minta padahal kehidupannya tidak terkategori sebagai orang yang kekurangan.
Dalam salah satu haditsnya, Nabi Muhammad Saw. telah menjelaskan standar kaya yang mengharamkan seseorang untuk meminta-minta.
Hadits ini diriwayatkan oleh Sahl bin Hanzhalah, bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Barangiapa yang meminta-minta padahal dia memiliki apa yang membuatnya berkecukupan maka sesungguhnya dia memperbanyak meminta neraka jahannam. Para sahabat bertanya, “Apakah ukuran yang menjadikan seseorang dikatakan berkecukupan?” Rasulullah Saw. menjawab, “Apa yang bisa membuat dia makan dan menyambung hidupnya”.
Sahabatku yang mulia, sesungguhnya panutan kita, Muhammad Saw. sangat menghargai dan menyukai pekerjaan seseorang meskipun hanya menghasilkan upah yang sedikit, ketimbang orang yang hanya menengadahkan tangannya kepada orang lain. Meskipun pekerjaan seseorang itu hanya pedagang asongan, buruh bangunan, atau pekerjaan-pekerjaan lainnya yang menurut sebahagian pandangan masyarakat kita dinilai sebagai pekerjaan yang remeh, itu adalah sebuah kebaikan yang teramat besar dibandingkan orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari meminta-minta kepada orang lain.
Dalam sebuah keterangan dari Zubair bin Awwam RA. Disebutkan bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Seandainya salah seorang dari kalian mencari kayu bakar dan memanggulnya di atas punggungnya, sehingga dengannya ia dapat bersedekah dan mencukupi kebutuhannya (sehingga tidak meminta kepada) orang lain, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik ia memberinya atau menolak permintaannya. Karena tangan yang di atas itu lebih utama dibanding tangan yang di bawah. Dan mulailah (nafkahmu dengan) orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu.” [HR. Muttafaqun ‘alaih]
Saudara-saudaraku yang dicintai Allah, demikianlah ketujuh wasiat yang disampaikan oleh suri teladan kita Muhammad Saw. kepada sahabatnya yaitu Abu Dzar Al Ghifari RA.. Meskipun wasiat atau nasehat ini ditujukan kepada Abu Dzar RA., akan tetapi yang dimaksud oleh Rasulullah Saw. adalah seluruh umatnya hingga masa kini dan masa nanti. Termasuk kita, termasuk anda, termasuk saya.
Segala yang diwasiatkan Rasulullah Saw. tiada lain dan tiada bukan adalah sebagai pedoman bagi kita untuk bisa meraih kebahagiaan hidup baik di dunia dan di akhirat. Tak ada satupun wasiat yang beliau sampaikan dengan tanpa tujuan apalagi dengan kesia-siaan. Semoga kita bisa mengamalkan ke-tujuh wasiat Rasulullah Saw. ini sehingga kita menjadi bagian dari golongan orang-orang yang oleh Allah Swt. diberi kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.


( Aa Gym )

Renungan Pagi [Ust. Yusuf Mansur]




Sumber : Ust. Yusuf Mansur

Makhluk yang Paling Membingungkan adalah "Manusia"
Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya" hanya "Demi uang", Lalu dia "Mengorbankan Uangnya" demi "Kesehatan".
Lalu dia Sangat Khawatir dengan Masa Depannya, Sampai dia Tidak Menikmati Masa Kini.
Akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini"; dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati", lalu dia "Mati" tanpa "Benar-benar Menikmati" apa itu "Hidup".

Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati.
Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.
Ketika lahir dua tangan kita kosong...
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong...
Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa...
Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan..
Jangan minder karena miskin dan hina...

Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman...
TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita...
TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita...
Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa...
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.

Jum'at Mubaroq



“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam \\diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah 
seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya.” (HR. Hurairah dan Muslim)
"Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)
"Sedekah pada hari Jum'at dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)
"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).
Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah)
“Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
آللّهُمَ صَلّ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ

Doa Meluluhkan Hati Seseorang



Jibril Mengajar Nabi SAW Berdoa

Banyak orang yang bertanya,“Bagaimana doa meluluhkan hati seseorang? Berikut kami  cantumkan Hadits tentang doayang dimaksud:
ألا أعلمك ما علمني جبريل إذا كانت لك حاجة إلى بخيل شحيح أو سلطان جائر أو غريم فاحش تخاف فحشه فقل : اللهم إنك أنت العزيز الكبير وأنا عبدك الضعيف الذليل الذي لا حول ولا قوة إلا بك ، اللهم سخر لي فلانا كما سخرت فرعون لموسى ولين لي قلبه كما لينت الحديد لداود فانه لا ينطق إلا باذنك ناصيته في قبضتك وقلبه في يدك جل ثناء وجهك يا أرحم الراحمين.

Artinya:
(Nabi SAW bersabda "Maukah kau kuajar yang pernah Jibril AS ajarkan padaku? Ketika kau mempunyai hajat pada orang sangat pelit lagi kikir, atau penguasa jair (tidak adil), atau orang keberatan hutang yang jahat, maka berdoalah:
'Allaahumma innaKa Antal Aziizul Kabiir. Wa ana abduKa Adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa chaula wa laa quwwata illaa biK. Allaahumma sakhkhir lii ...((1) sebutlah nama orang kau maksud) kamaa sakhkhorta Firauna li Muusaa. Wa layyin lii qolbahuu kamaa layyantalhadiida li Daawuuda. Fa innahuu laayantiqu illaa bi idzniK.  Naashiyatuhuu fii qobdhatiK. Wa qolbuhuu fii YadiK. Jalla tsanaau WajhiK. Ya Archamar Roochimiin. 

Artinya:
Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya hambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah........(1) padaku, sebagaimana Kau telah menundukkan Fir’aun pada Musa AS. Dan luluhkanlah hatinya untukku, sebagaimana Kau telah meluluhkan besi untuk Daud AS. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan IzinMu. Ubun-ubunnya dalam GenggamanMu, dan hatinya di TanganMu. Pujian WajahMu telah agung, wahai yang lebih sayang daripada para penyayang.

Arabnya:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَاناً كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ



(1) 
Ada yang bertanya “Bolehkah setelah Allaahumma sakh-khirlii ….titik-titiknya diisi lafal 'qalba (sebelum) fulan/fulanah (anu)?” Saya menjawab, “Tidak boleh, itu salah besar. Yang benar Haditsnya, langsung sebut namanya, tidak perlu ditambahi lafal 'qalba'."

Meskipun banyak yang melakukan demikian, tetap salah. Karena Jibril mengajarkan pada nabi SAW, untuk menundukkan orang (bukan hati), dan meluluhkan hati. Jadi, kalau hati diluluhkan, kalau orang ditundukkan. Dalam kaidah bahasa Arab, "Sakh-khara, atau 'sakh-khir'," Adalah penundukan yang bisa dinikmati. Seperti sakh-khara lanaa haadzaa. Atau penundukan pada yang bisa diperintah. Penjelasan ini bisa dirujukkan pada Firman:
1.     {إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ} [ص: 18].
2.     {أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ} [الحج: 65].
3.     {أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً} [لقمان: 20].
4.     اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [الجاثية: 12]’.
5.     {سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ } [الزخرف: 13]’.
6. 'Lafal 'sukhriyyaa' dalam Al-Qur'an, berasal dari 'kata' yang sama. Biasanya diartikan perintah: قَوْلُهُ تَعَالَى: {لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا} [الزخرف: 32]'.

Rahasia API vs AIR



Assalamu'alaikum sobat netter...
Mari jadikan media internet sebagai wahana silaturahmi, sharing ilmu dan informasi yang bermanfaat. Semoga Allah ridho pada kita, amien ya Rabb.

Kali ini saya mencoba menulis artikel mengenai Air dan Api. Kedua unsur yang saling bertolak belakang, saling berseberangan dan berlawanan arah. Adapun tujuan saya menulis ini adalah untuk pembelajaran dalam menyikapi fenomena yang terjadi pada diri kita. Semua saya tulis dari sudut pandang saya sendiri. Jika ada kesalahan / kekeliruan mohon dimaafkan dan semoga sudi tuk memberi saran yang bermanfaat.


Sebelumnya marilah kita cermati beberapa kalam berikut ini.
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran – 134)

Dari Abu Hurairah Ra., seorang lelaki berkata pada Rasulullah Saw, berilah saya nasehat. Rasulullah Saw bersabda “Janganlah engkau marah” Rasulullah mengulang-ulang pada ucapannya. (HR. Bukhari)

API
Mari kita telaah mengenai "api" tentang sifat, karakter dan tabiatnya. Ia memiliki sifat kurang lebih seperti ini:
  1. Panas , jika pada manusia gampang menyulut emosi,  amarah
  2. Keluar tenaga lebih banyak (boros)
  3. Arahnya selalu ke atas (berlawanan dg Bumi)
  4. Hanya mampu padam oleh "air"
Api jika digambarkan pada diri manusia adalah sebagai sifat dan tabiat yang tidak baik. Gampang emosi, Temperament, menyulut amarah dan sombong/angkuh. Sehingga berEfek pada diri sendiri yaitu: 
  • hidup menjadi resah, gelisah tak tenang 
  • tenaga cepat habis, berimbas pada sel - sel tubuh jadi Cepat TUA dan Kulit kering
  • arah api selalu keatas meskipun sudah diarahkan kebawah, artinya menggambarkan sifat SOMBONG /Angkuh senang meninggikan diri, membanggakan diri yang berlebihan
  • tidak kenal kompromi dan gampang tersinggung
  • memicu banyak penyakit kronis pembuluh darah (tekanan darah tinggi, jantung, struk)
  • Jauh dari rahmat Allah
  • gampang banget bikin retak persahabatan, persaudaraan
  • Tidak mau mengalah Tapi pada akhirnya PASTI kalah.

    AIR
    1. Sejuk dan segar
    2. Tenang dan selalu jernih (tidak berwarna). adapun berwarna merah, hijau dsb itu karena adanya zat lain.
    3. Arahnya selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
    4. Mengalir alami dan tak dapat dihambat oleh apapun. Misal : suatu aliran air yg sangat deras dan dibendung dg tandau yg sangat kuat sekalipun bisa jebol.
    Makna dari sifat dan tabiat air:
    Jika divisualisasikan pada diri manusia merupakan gambaran dari karakter yang TULUS, teposliro, menghormati, MENYEJUKKAN suasana.

    Biasanya pembawaan orang dengan karakter air adalah:
    • Tenang
    • Grapyak (suka salam dan menyapa)
    • berpikir jernih, sehingga biasanya orangnya SMART, Dewasa
    • SUSAH untuk emosi dan tidak temperament
    • selalu RENDAH HATI
    • senang memaafkan dan menjunjung tinggi persaudaraan
    • cenderung mencari solusi daripada melanggar aturan
    • mengakibatkan sel - sel tubuh lebih efisien sehingga awet muda, jauh dari penyakit
    • SATU-SATUnya yang Bisa Mengalahkan "api"
    • Kekuatannya luar biasa mampu menghanyutkan apasaja, mampu hancurkan benteng yang sangat kuat sekalipun.
    • Suka MENGALAH dan pada akhirnya mampu MENGALAHKAN (alias jadi pemenang).
    Nah... sobat dari tulisan diatas pasti sudah kita tau nih bagaimana sikap kita jika ada orang dengan karakter api.
    Sobat tidak perlu takut, tak perlu menghindar. HADAPI saja.... tak peduli badannya kekar, punya banyak pasukan, punya kekuasaan ataupun lainnya. Percayalah dengan LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH (tak ada daya dan kekuatan kecuali milik ALLAH Ta'ala).

    Ingat Api bisa musnah hanya oleh "Air". So.... keep kalem, tenang, dalam menghadapi orang-orang dengan perangai Api. Lawan dengan kejernihan pikiran, kedewasan dan kesantunan. InsyAllah mereka LULUH dan Takluk. wallahu a'lam bishawab.

    Dan jika kita sudah tau karakter Api yang hanya cenderung merugikan lalu kenapa kita masih berperangai seperti api?? Tak ada untungnya, tak ada guna tak ada manfaat. Buanglah jauh - jauh sifat tabiat Api dari diri kita. Tak ada yang didapat dari sifat api kecuali kerugian dan kehancuran.

    Astagfirullah robbal baroya... Astagfirullah minal khotoya