“Keadaan paling dekat seorang hamba dari rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).” (HR. Muslim)

MENJELANG WAFAT, IMAM SYAFI’I MEMBACA SYAIR INI SAMBIL MENANGIS



Imam Syafi’i adalah seorang ulama besar yang sulit dicari tandingannya pada zaman itu hingga zaman sekarang. Selain ilmunya luas dan dalam, amal ibadahnya juga luar biasa.

Namun, imam yang memiliki nama asli Muhammad bin Idris itu tak pernah membanggakan diri. Apalagi ketika sakit dan merasa ajal semakin dekat. Ketika itu Al Muzani menemui Imam Syafi’i.

“Wahai Abu Abdillah, bagaimana kondisimu?” tanya Al Muzani.
“Aku akan pergi meninggalkan dunia,” jawab Imam Syafi’i, “akan meninggalkan saudara-saudaraku, akan bertemu dengan amal burukku, akan kembali kepada Rabbku. Aku tidak tahu apakah ruhku akan ke surga hingga mengucapkan selamat kepadanya. Atau ke neraka hingga aku mengucapkan duka cita padanya”

Setelah itu, sambil menangis Imam Syafi’i bersyair:

Ketika hatiku keras dan jalanku sempit
Aku jadikan harapanku tanpa ampunan-Mu berserah
Dosaku sangat besar ketika aku menyertainya
Dengan ampunanMu wahai Tuhanku, ampunan-Mu lebih besar
Engkaulah yang mengampuni segala dosa
Engkau mahabaik dan memaafkan

Jika Imam Syafi’i saja merasa banyak dosa, bagaimana dengan kita? Padahal Imam Syafi’i biasa membagi malamnya menjadi tiga bagian; sepertiga untuk menulis (karenanya lahirlah Al Umm, Ar Risalah, dan lebih dari 100 kitab lainnya), sepertiga untuk shalat malam, dan sepertiga untuk tidur.

Jika Imam Syafi’i saja khawatir masuk neraka, bagaimana dengan kita? Padahal Imam Syafi’i biasa puasa sunnah dan tilawah. Beliau juga zuhud dan qanaah. Soal kedermawanan, Imam Syafi’i di zamannya adalah orang yang paling banyak bersedekah.

Imam Syafi’i dikenal hidup sangat sederhana. Tidak jarang ia kehabisan bekal untuk satu hari itu. Namun begitu ia memiliki harta, ia segera membagi-bagikannya. Pernah suatu hari seseorang menyampaikan amanah sekantung uang kepada Imam Syafi’i yang hendak pergi ke masjid. Tiba-tiba sebelum masuk masjid ada seorang laki-laki yang menghentikannya. “Tolonglah aku wahai Imam, istriku hendak melahirkan dan aku tidak memiliki apa-apa,” pintanya dengan suara mengiba. Maka tanpa pikir panjang, Imam Syafi’i langsung memberikan kantung berisi uang tersebut kepada laki-laki itu.

Ya Allah… ampuni kami jika selama ini kami lalai. Ampuni kami yang banyak dosa ini tetapi merasa seperti tak punya dosa kecuali dosa-dosa kecil yang mudah terampuni. Ampuni kami jika tak bisa menangis atas banyak dosa yang kami lakukan; siang dan malam. Atau justru karena terlalu banyak dosa hingga hati kami mengeras dan tak sanggup mencairkan air mata lagi. Ampuni kami… 

Sumber :kisahikmah.com

Alloh Tidak Pernah Terlambat



Alhamdulillah. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar, senantiasa memberikan petunjuk kepada kita sehingga kita bisa menjadi hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Syaikh Ibnu Atho’illah, semoga Alloh meridhoinya, menerangkan, “Jangan menuntut Alloh karena terlambatnya permintaan yang telah engkau minta kepada-Nya, tetapi hendaknya engkau koreksi dirimu, tuntut dirimu, supaya tidak terlambat melaksanakan kewajiban-kewajibanmu terhadap Alloh, Tuhanmu.”

Jadi saudaraku, jikalau kita mengenal Alloh Swt. dengan baik, maka pasti kita tidak akan protes terhadap Alloh atas apapun yang Alloh tetapkan untuk kita. Karena, Alloh adalah pencipta kita, Alloh yang memiliki diri kita, dan Alloh Maha Tahu segala permasalahan dan keperluan kita.
Tanpa kita jelaskan kepada Alloh, sesungguhnya Alloh sudah mengetahui setiap persoalan kita dan kebutuhan kita. Karena permasalahan kita pun tidak akan ada kecuali Alloh yang mengizinkan. Kita lapar, Alloh yang menciptakan lapar. Dan, pada saat yang sama, Alloh pula yang menciptakan rezeki berupa makanan.

Kita tidak mengerti mengapa kita harus merasakan haus. Namun, Alloh menciptakan haus itu dan sekaligus menciptakan air untuk memenuhinya. Alloh menciptakan tubuh kita ini dengan 70%-nya merupakan air. Dan, Alloh pun tahu kita tidak akan bisa bertahan lama jika hidup tanpa air. Memang ada kalanya Alloh mengizinkan tidak ada air untuk beberapa saat, namun pasti ada hikmahnya.
Ada kalanya pula dalam keadaan lapar, Alloh menghendaki agar kita tidak langsung bertemu dengan makanan sehingga beberapa saat kita harus merasakan lapar lebih lama. Namun, pasti ada hikmahnya. Boleh jadi supaya kita bisa lebih mensyukuri nikmat Alloh, yang mana selama ini kita seringkali lupa jika makanan dengan mudah kita temukan.

Dengan ditundanya makanan, maka ketika kita akhirnya bertemu dengan makanan meski sedikit saja, rasanya akan lebih nikmat. Kalau kita terbiasa dengan makanan yang berlimpah, maka akan kurang rasa syukurnya. Maka, untuk melatih kita pandai bersyukur, ditahanlah makanan oleh Alloh Swt.
Oleh karena itu sahabatku, janganlah berburuk sangka kepada Alloh jikalau suatu saat ada permohonan kita atau ada kebutuhan kita yang kita rasa terlambat terpenuhi. Jangan kita buruk sangka kepada Alloh jika suatu saat kita berdoa dan berusaha sekuat tenaga, namun harapan kita mashi belum juga terwujud.

Alloh Swt. berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun’alaih). Jangan fokus pada permohonan, keinginan, yang belum dipenuhi oleh Alloh Swt., namun fokuslah pada kekurangan kita, pada keterlambatan kita untuk menunaikan perintah Alloh dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Seperti seseorang yang belum juga mendapatkan jodoh, jangan berpikir jodohnya terlambat. Karena tindakan Alloh tidak pernah ada yang terlambat. Alloh selalu tepat waktu, memberi kita di waktu yang tepat menurut-Nya untuk kita.

Perhatikanlah organ tubuh kita. Mata kita berkedip secara spontan tanpa ada keterlambatan. Jantung kita berdegup memompa darah, juga tanpa keterlambatan. Paru-paru kita berfungsi memompa udara juga tanpa keterlambatan. Semuanya tepat pada waktunya dan teratur. Kita seringkali lupa pada hal-hal seperti ini. Padahal kita tidak pernah meminta kepada Alloh supaya mata kita berkedip, jantung berdegup dan paru-paru bekerja tepat pada waktunya, namun semuanya beres karena Alloh Maha Tahu keperluan kita. Subhaanalloh.

Ketika kita merasa Alloh terlambat mengabulkan doa kita, maka itu adalah bentuk buruk sangka kita kepada-Nya. Padahal mengabulkan doa bukanlah urusan kita. Urusan kita adalah berdoa kepada Alloh, karena doa adalah ibadah kita kepada-Nya. Wallohu a’lam bishowab.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Mengapa Ada Yang Mati Kelaparan Padahal Rezeki Sudah Dijamin?

Sobat, kalimat di atas sempat nggak terlintas dalam hati Anda? Sebagai seorang muslim yang baik, tentu tidaklah berani menjawab pertanyaan di atas jika tidak berdasarkan ilmu, karena ia akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (Al-Israa`: 36).
Nah, untuk bisa memahami jawaban dari pertanyaan di atas, simaklah ayat-ayat Al-Qur`an yang agung berikut ini. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Sesungguhnya Allah Dialah Yang Banyak Memberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (Surah Adz-Dzaariyaat:58).
وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Berilah kami rezeki, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama” (Al-Maa`idah:114).
وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki” (Al-Hajj: 58).
وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki” (Al-Jumu’ah: 11).
(Fiqhul Asmaa`il Husnaa, hal. 103).
Setiap makhluk yang berjalan di muka bumi diberi rezeki, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).
Allah memberitahukan di dalam ayat ini bahwa Allah memberi rezeki kepada seluruh makhluk yang berjalan di muka bumi ini. Sangat jelas sekali beberapa firman Allah di atas. Tidak ada satu pun di antara hamba-hamba-Nya yang beriman yang meragukan firman Allah Ta’ala di atas.
Hanya saja, Allah Ta’ala melapangkan rezeki bagi sebagian hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya bagi sebagian yang lainnya, untuk suatu hikmah yang Allah ketahuinya.
Hal itu merupakan kebijaksanaan dari-Nya dan sesuai dengan ilmu-Nya tentang apa yang bermanfaat dan yang layak bagi hamba-hamba-Nya. AllahTa’ala berfirman,
وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ
“Dan Allah melebihkan sebahagian kalian dari sebagian yang lain dalam hal rezeki” (An-Nahl: 71).
اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Al-‘Ankabuut: 62).
Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menafsirkan firman Allah di dalam surat Al-‘Ankabuut ayat 62 di atas,
الحمد لله، الذي خلق العالم العلوي والسفلي، وقام بتدبيرهم ورزقهم، وبسط الرزق على من يشاء، وضيقه على من يشاء، حكمة منه، ولعلمه بما يصلح عباده وما ينبغي لهم
“Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menciptakan alam atas dan bawah serta mengatur mereka dan memberi rezeki mereka, melapangkan rezeki bagi hamba yang Allah kehendaki dan menyempitkan rezeki hamba yang Allah kehendaki, hal itu merupakan kebijaksanaan dari-Nya dan sesuai dengan ilmu-Nya tentang apa yang bermanfa’at dan yang layak bagi hamba-hamba-Nya” (Tafsir As-Sa’di, hal. 746 ).
Terkadang memang sebagian orang ada yang mati kelaparan dan sebenarnya ini tidaklah bertentangan dengan nama Allah Ar-Razzaaq (Yang Banyak Memberi rezeki).
Allah tetap dikatakan Dzat Yang Maha Memberi rezeki dan Allah telah memberikan kepada orang tersebut jatah rezekinya secara penuh dan sudah menyempurnakan ajalnya. Allah memberikan rezeki kepada orang itu semua dari apa yang telah Allah takdirkan untuknya, sehingga ketika Allah mencabut nyawanya, ia dalam keadaan telah memperoleh rezekinya secara penuh, tidak terkurangi sedikitpun.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ
“Wahai manusia bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, karena tidaklah suatu jiwa akan mati hingga terpenuhi rezekinya, walau lambat rezeki tersebut sampai kepadanya, maka bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram” (HR. Ibnu Majah, dan Syaikh Al-Albani menshahihkannya).
Ya memang Allah telah menentukan rezeki orang yang mati kelaparan tersebut lebih sedikit dari sebagian orang yang lain, namun ada hikmah dibaliknya yang Allah ketahui. Dan Allah Maha Mengetahui tentang apa saja yang cocok bagi setiap hamba-Nya dan Maha Mengetahui siapa saja yang cocok mendapatkan rezeki banyak dan siapa saja yang cocok mendapatkan rezeki sedikit.

Nasehat bagi yang mendapatkan rezeki yang sedikit

  1. Segala kenikmatan dan kesempitan yang Allah berikan hanyalah sebagai cobaan semata, bukan sebagai penghormatan atau penghinaan. Dengan cobaan itu, akan tampak orang yang bersyukur dengan orang yang bersabar, atau kebalikannya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah Ta’ala berfirman,
    فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
    (15) “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku’”.
    وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
    (16) “Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku menghinakanku'”.
    كَلَّا
    (17) “Sekali-kali tidak (demikian)” (Al-Fajr:15-17).Maksudnya bahwa hakikat persoalannya tidaklah sebagaimana yang diperkirakan oleh manusia.
  2. Sesungguhnya barangsiapa yang bersabar dengan sedikitnya rezeki di dunia dan bersabar atas keterluputan mendapatkan rezeki yang banyak di dunia, maka Allah akan menggantinya dengan kenikmatan yang sangat besar di Surga dan ia akan melupakan musibah yang dirasakannya sewaktu di dunia. Bahkan satu kali celupan saja di Surga, akan menyebabkan sirnanya seluruh lelah-letih dan derita sewaktu di dunia, meski ia adalah orang yang paling menderita sewaktu di dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطَُّلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ
    “Kemudian didatangkan orang yang paling sengsara hidupnya di dunia dari penduduk  Surga, lalu ia dicelupkan satu kali celupan ke dalam Surga. Kemudian ditanya, ‘Wahai keturunan Adam, apakah engkau pernah melihat penderitaan sebelumnya sedikit saja? Apakah angkau pernah merasakan kesengsaraan sedikit saja?’ Orang itu berkata, ‘Tidak demi Allah, wahai Tuhanku, aku tidak pernah melihat penderitaan dan tidak merasakan kesengsaraan sama sekali sebelumnya’”. (HR. Muslim).
Semoga bermanfaat.

Jika Ada Bagian Tubuh yang Sakit, Ini Doa dan Terapi yang Diajarkan Rasulullah



Rasulullah mensabdakan, segala penyakit pasti ada obatnya. Karena itu beliau menganjurkan umatnya untuk berobat. Selain itu, beliau juga mengajarkan doa-doa khusus untuk sakit tertentu.

Jika sakit yang diderita umatnya hanya terasa di bagian tubuh tertentu -misalnya kepala (semacam migrain), dada (jantung atau paru-paru), perut (mag)- beliau mengajarkan doa dan cara sebagai berikut:

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ. ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah “A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)” (HR. Muslim)

Dalam Syarah Hisnul Muslim disebutkan asbabul wurud hadits ini. Ada seorang sahabat yang bernama Utsman bin Al Ash rdhiyallahu ‘anhu yang menghadap Rasulullah dan mengeluhkan sakit pada tubuhnya sejak ia masuk Islam. Lalu Rasulullah mengajarkan doa dan cara tersebut, yaitu:
1. Letakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit
2. Baca bismillah tiga kali
3. Baca doa ini tujuh kali

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan

Jika kita yakin seyakin-yakinnya dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini, insya Allah kita akan sembuh sebagaimana kesembuhan yang dialami oleh Utsman bin Al Ash radhiyallahu ‘anhu. Ustman bin Al Ash pula yang meriwayatkan hadits ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita dalam mengikuti sunnah Rasul-Nya serta senantiasa menjaga dan melindungi kesehatan kita dan keluarga kita. Allahumma aamiin. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

Sejarah WALYATALATTAF Dicetak Merah



Asyiknya membuka lembaran demi lembaran Al Qur'an dan membaca ayat demi ayatnya. Waktu sedang asyik membaca teringat sesuatu.
"WALYATALATTAF" Tulisan yang biasanya ditulis dengan tinta merah dalam Al Qur'an. Sebagai penanda pertengahan Al Qur'an.

WALYATALATTAF yang bermakna LEMAH LEMBUT ayat ke 19 di Surat Al Kahfi. Tetapi tulisan berwarna merah ini sudah jarang kita jumpai di dalam Al Qur'an. Cetakan Al Qur'an Timur Tengah sebahagian besar WALYATALATTAF dicetak dengan warna hitam. Di Indonesia sebahagian besar dulunya WALYATALATTAF ditulis dengan tinta warna merah tetapi di Indonesia pun penulisan WALYATALATTAF sudah mulai dicetak berwarna hitam.

Tahukan saudaraku semuanya kenapa WALYATALATTAF dicetak warna merah ... ???
Ketika Utsman bin Affan ra terbunuh, simbahan darahnya mengenai mus'ab Al Qur'an tepat pada tulisan WALYATALATTAF. Maka penulisan WALYATALATTAF ditulis dengan warna merah untuk mengenang kematian Utsman bin Affan ra.

Wallahu'alam

KISAH BILAL & ADZAN TERAKHIRNYA



Semenjak Rasulullah wafat, Bilal menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi.
Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: "Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."
Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.
Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: "Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?"
Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah ke makam Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah.
Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih.
Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut.
Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal: "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami."
Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon kepada Bilal
untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.
Bilal pun memenuhi permintaan itu.
Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rasulullah masih hidup.

Mulailah dia mengumandangkan adzan.
Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.
Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illallah, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.
Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan.
Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Rasulullah diantara mereka.
Hari itu adalah adzan pertama dan terakhir bagi Bilal setelah Rasulullah wafat. Adzan yang tak bisa dirampungkan.

Subhanallah... kisah diatas ini mampu mencampur adukkan perasaan kita. 
Mampu membuat kita menitikkan airmata tanda kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, sebagaimana cinta kita pula kepada ummat Muhammad.
Itulah pentingnya ukhuwah...
karena ukhuwah itu merupakan penanda iman kita.

Target Ibadah di Tahun 2015...Semoga dapat Diterapkan



Di tahun 2015 ini say mempunyai beberapa target dalam ibadah, baik hubungannya dengan Sang pencipta, Allah azza wajalla, juga hubungan horizontal antar sesama anak adam.

Target dan cita-cita ini tidaklah muluk-muluk. Simple namun cukup berat sebetulnya...
Ya Allah berilah kemudahan bagi hamba agar mampu menerapkan apa saja yang menjadi target dan mampu mewujudkan hajat hamba. Buat para netter kalo tidak keberatan, tolong doakan yah.... insyAllah doa dari pada sobat akan menjadi kekuatan spirit saya.

Adapun target ibadah saya di tahun ini adalah :

  1. Sholat wajib 5 waktu
  2. Puasa sunah minimal Senin/Kamis
  3. Sholat Dluha & Tahajjud
  4. Zikir/Wirid & Sholawat tiap pagi, sore dan malam
  5. Taubatanasuha, tidak melakukan dosa-dosa yang telah lalu
  6. Infaq / Shodaqoh tiap minimal 1 minggu sekali
  7. Baca ratib Al-Haddad tiap ba'da Maghrib/Isya
  8. Memperbaiki & menambah Silaturahmi dengan seluruh umat manusia se-jagad raya
  9. Tadabbur Al-Quran minimal 1 minggu 1x
  10. Belajar Ihlash memaafkan, Sabar, Tawakkan dan rendah hati
  11. Menjadi Suami dan Ayah yang baik bagi istri dan anakku
  12. Menjaga lisan dan perbuatan 
Semua yang saya tulis di atas adalah dalam merangka meraih cinta Allah dan Rasulullah SAW...
Saya ingin ketika kembali pada Nya... Dia, Allah menyambutku dengan senang, dan baginda Rasul menantiku dengan gembira. Semoga diri ini mampu menerapkan dengan dawam dan khusnul khotimah, amiin ya rabbal'alamin

Ya Allah....
Tak ada yang mampu selamatkan aku dari segala siksa kecuali ampunan Mu..
Ya Rasul..
Tak ada yang aku harapkan di akherat melainkan Syafa'at dari Mu..

ASYHADUALLAH ILLAHA ILLALLAH....
WA ASYHADUANNA MUHAMMADURASULULLAH..

Sodara


Penulis : Ust. Yusuf Mansyur
Kita punya sodara, kelakuannya jelek. Kita doain dia mati? Atau kita doain dia bener?
Kita punya ayah, ibu, anak, istri, atau ibu-ibu punya suami, kelakuannya jelek. Sifatnya jelek. Kita doain apa beliau-beliau itu?
Jadi, yang namanya doain itu jangan ampe ga sudi. “Saya sebel sama si Fulan. Ngapain saya doain dia?” Jangan. Tetep doain. Gimana doanya? Doain misalnya, agar si Fulan tersebut ga ngeselin lagi. Ga nyebelin lagi. Kalo masih ngeselin dan nyebelin? Ya doain terus. Ga ada ruginya.
Kalo Ustadz Yusuf yang ngeselin? Yang nyebelin? Hehehehe. Apa doanya kawan-kawan?
Nah, begitu juga dengan institusi apapun dan siapapun di negeri ini. Jika dirasa ada yang ga berkenan, kurang berkenan, maka doamu bisa mengubahnya. Jangan gegara kita ga suka, lalu kita ga mau mendoakan. Ntar kalo tambah ngeselin? Tambah nyebelin? Tambah kesel dan sebel sendiri.
Dan jika ga berubah-berubah, liat-liat siapa tau “dia atau mereka” emang dihadirkan sebagai azab buat kita dari Allah. Kudu taubat kitanya.
Kalo sebagai azab, ntar akan terus dihadirkan yang lain-lain lagi dalam keadaan berlipat-berlipat ngeselin dan nyebelinnya. Bahkan nih… bahkan… jika kita nya justru yang ga tobat-tobat… maka… Gimana menurut sodara-sodara?

Duh Perokok, Tabiatmu!!

tabiat rokok

Duh Perokok, Tabiatmu!!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Sebelum membicarakan rokok, ada satu hadis yang menarik untuk kita bahas di bagian muka artikel ini,
Dari Abu Razin Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّحْلَةِ ، لا تَأْكُلُ إِلا طَيِّبًا وَلا تَضَعُ إِلا طَيِّبًا
Orang yang beriman itu seperti lebah, dia tidak makan kecuali yang baik, dan tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang baik. (HR. Ibnu Hibban 247, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Hadis ini sangat jelas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan antara orang yang beriman dengan lebah. Beliau menyebutkan dua hal yang sama antara lebah dengan seorang mukmin,
  • Yang masuk ke tubuhnya semuanya baik
  • Yang keluar dari tubuhnya juga semuanya baik
Lebah minum madu, yang keluar juga madu. Karena itu lebah tidak hinggap di sembarang tempat. Dia hanya memilih tempat yang baik untuk dia singgahi.
Seperti itu pula seharusnya yang dilakukan orang yang beriman. Dia hanya mengkonsumsi yang baik. Nutrisi yang halal dan tidak membahayakan. Layak untuk dikonsumsi tua, muda, anak-anak, bahkan bayi sekalipun. Bahkan aman dikonsumsi waita hamil. Itulah sesuatu yang baik, tidak membahayakan bagi semuanya.
Anda bisa simak ROKOK
  1. Mengandung 200 zat beracun yang dinyatakan membahayakan kesehatan
  2. Mengandung 4000 zat kimia yang menjijikkan untuk dikonsumsi
  3. Merokok membunuhmu
  4. Penjual rokok rata-rata munafik: mengingatkan bahaya rokok tapi tetap menjualnya
  5. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin
  6. Wanita dan anak-anak dilarang keras merokok
  7. Mencemari udara
  8. Mendzalimi orang yang berada di sekitarnya
  9. Memaksa orang lain untuk menghirup isi perutnya
  10. Mengganggu orang lain ketika ngobrol dan shalat, mulutnya bau
  11. Ketika merokok mengganggu, setelah merokokpun mengganggu
Singkat kata, rokok adalah benda menjijikkan yang menjadi thaghut masa kini.
Akankah tabiat mukmin yang baik mengkonsumsinya?.
Jika anda melihat orang kafir merokok, itu wajar. Karena mereka kafir.
Jika anda melihat orang mukmin merokok, anda layak terheran. Karena bukan tabiat mukmin memasukkan benda kotor ke dalam dirinya.
Kami tidak tahu, dengan alasan apa lagi perokok harus membela rokok.
Jika memang rokok itu baik, layak dibela, karena bisa menyegarkan pikiran, berikan rokok itu pada bayi, anak-anak, agar mereka makin cerdas. Berikan kepada wanita hamil yang sedang stres, agar bisa tenang.
Jika nasehat semua ulama yang mengharamkan rokok, tidak didengar….
Jika peringatan semua dokter akan bahaya rokok, tidak digubris….
Berarti mereka mengikuti arahan dan bimbingan setan…
SUMBER : KONSULTANSYARIAH.COM

Hikmah Membaca Surah Alkahfi

Salah satu doa orang beriman yang diabadikan di dalam Al-Qur’an ialah:
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At-Tahrim ayat 8)
Doa ini dipanjatkan kepada Allah ta’aala oleh orang-orang beriman pada saat mereka melintasi jembatan di atas neraka. Suatu jembatan yang digambarkan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai ”lebih halus dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang.” Setiap orang yang pernah mengucapkan kalimat tauhid akan melintasi jembatan yang membentang di atas neraka.

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا
”Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (QS Maryam ayat 71)
Ketika menyeberangi jembatan tersebut keadaan sangat mencekam dan gelap. Sehingga Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa orang akan menyeberangi jembatan itu sesuai cahaya yang ia miliki. Cahaya tersebut berbanding lurus dengan tingkat keimanan dan amal kebaikan yang telah diinvestasikan seseorang sewaktu hidupnya di dunia. Orang yang beriman akan sanggup menyeberanginya hingga selamat sampai ke ujung. Sedangkan orang munafiq akan mengalami gangguan dalam menyeberanginya sehingga mereka bakal jatuh terjungkal ke dalam panasnya api neraka di bawah jembatan tersebut.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَدْعُو النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِهِمْ سِتْرًا مِنْهُ عَلَى عِبَادِهِ، وَأَمَّا عِنْدَ الصِّرَاطِ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي كُلَّ مُؤْمِنٍ نُورًا، وَكُلَّ مُؤْمِنَةٍ نُورًا، وَكُلَّ مُنَافِقٍ نُورًا، فَإِذَا اسْتَوَوْا عَلَى الصِّرَاطِ سَلَبَ اللَّهُ نُورَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ، فَقَالَ الْمُنَافِقُونَ: “انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ”[الحديد آية 13] وَقَالَ الْمُؤْمِنُونَ: “رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنا”[التحريم آية 8] فَلا يَذْكُرُ عِنْدَ ذَلِكَ أَحَدٌ أَحَدًا.
“Allah ta’aala akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama mereka, ada tirai penghalang dari-Nya atas hamba-hambaNya. Adapun di atas jembatan Allah ta’aala memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafiq. Bila mereka telah berada di tengah jembatan, Allah ta’aala-pun segera merampas cahaya orang-orang munafiq. Mereka menyeru kepada orang-orang beriman: ”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu.”(QS AtTahrim ayat 8) Dan berdoalah orang-orang beriman: ”Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami.” (AlHadid ayat 13) Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain.” (HR Thabrani 11079)
Saudaraku, sungguh ini merupakan peristiwa yang sangat menakutkan. Sebab tidak seorangpun yang tahu apakah dirinya akan sanggup selamat hingga ke ujung jembatan pada saat itu. Maka marilah kita pelihara dan selalu tingkatkan ketaqwaan kita. Sebab Allah ta’aala menjamin bahwa orang-orang bertaqwa pasti akan diselamatkan dari api neraka. Hanya mereka yang zalim-lah yang akan dibiarkan terjungkal dari jembatan dan merasakan siksa neraka.

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا
”Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS Maryam ayat 72)
Bahkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan dalam sebuah hadits bahwa orang bertaqwa tidak akan merasakan panasnya neraka karena Allah ta’aala akan jadikan api neraka laksana api yang menyentuh Nabi Ibrahim’alihis-salaam, yakni terasa dingin dan selamat bagi muttaqin.
لَا يَبْقَى بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ إِلَّا دَخَلَهَا فَتَكُونُ عَلَى الْمُؤْمِنِ بَرْدًا وَسَلَامًا
كَمَا كَانَتْ عَلَى إِبْرَاهِيمَ حَتَّى إِنَّ لِلنَّارِ أَوْ قَالَ لِجَهَنَّمَ ضَجِيجًا
مِنْ بَرْدِهِمْ ثُمَّ يُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَيَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

“Tidak ada orang sholeh dan orang jahat yang tersisa melainkan dia masuk ke neraka. Neraka itu dingin dan menyelamatkan bagi orang beriman, seperti halnya yang dialami Ibrahim sehingga neraka itu gaduh lantaran dinginnya mereka. Kemudian Allah ta’aala menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (HR Ahmad 13995)
Dan dalam hadits lainnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira bahwa orang-orang beriman yang sholeh akan dikeluarkan dari neraka karena amal baiknya.
{ وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا } قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَرِدُ النَّاسُ النَّارَ كُلُّهُمْ ثُمَّ يَصْدُرُونَ عَنْهَا بِأَعْمَالِهِمْ

“Dan tidak ada seorangpun darimu, melainkan mendatangi sekitar neraka itu.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Seluruh manusia datang ke sekitar neraka, kemudian mereka keluar dari sana dengan amal baiknya.” (HR Ahmad 3927)
Maka, saudaraku, marilah kita persiapkan bekal cahaya sebanyaknya guna menerangi lintasan kita di atas jembatan tersebut kelak. Dan salah satu bentuk upayanya ialah dengan secara disiplin setiap hari Jum’at membaca surah Al-Kahfi.

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
« إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين »

“Sesungguhnya barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at.” (HR Hakim 3349)
Bila setiap hari Jum’at kita disiplin membaca surah Al-Kahfi, maka insyaAllah hidup kita sepanjang umur akan senantiasa deterangi cahaya untuk bekal keselamatan di akhirat, khususnya ketika melintasi jembatan di atas neraka. Amin.-

SUMBER : ERAMUSLIM

5 Keutamaan BerShalawat kepada Rasul SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu refleksi dari kecintaan seseorang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW adalah membaca shalawat untuknya. Hal ini dipertegas dalam Alquran surah al-Ahzab [33] ayat 56.

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Bershalawat artinya, jika datang dari Allah berarti pemberian rahmat, dari malaikat berarti memintakan ampunan, dan jika dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat.

Membaca shalawat, selain sebagai perintah secara langsung dari Allah SWT—yang Dia dan para malaikat mencontohkannya—juga memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya.

Pertama, dikabulkan doanya. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kamu membaca shalawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki." (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Dalam hadis yang lain, "Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya." (HR Thabrani).

Kedua, dijanjikan pahala berlipat. Rasuullah SAW bersabda, "Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Ketiga, diangkat derajatnya. Pada suatu pagi Rasulullah tampak bahagia seperti terlihat dari kecerahan wajahnya. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pagi ini Engkau tampak bahagia seperti terlihat dari kecerahan wajahmu." Beliau bersabda, "Memang benar. Semalam aku ditemui oleh seorang utusan Tuhanku Yang Mahaagung. Dia berkata, 'Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula'." (HR Ahmad).

Keempat, dikumpulkan di surga bersama Nabi. Rasulullah SAW bersabda, "Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (HR Tirmidzi).

Kelima, mendapatkan syafaat Nabi. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR Muslim).

Semoga Allah meringankan lisan kita untuk selalu membaca shalawat kepada Nabi SAW dan meraih keutamaannya. Amin!

SELESAIKAN MASALAH YG BERLARUT LARUT



Asalamualaikum wrwb.manusia dan seluruh isinya adalah hasil ciptaaNya.tentu kuncinya ada pada Allah dan manusianya sendiri yg sudah di beri akal .jika menemui berbagai masalah yg sulit dan berlarut larut lakukan hal berikut ini, insya Allah ditunjukkan jalan

dan celah untuk membantu menyelesaikan masalahmu tentu juga sesuai hukum yaitu sunattullah bisa cepat bisa juga pelan pelan .karena Allah paling tahu apa yg terbaik bagimu. sesulit apapun masalah yang sedang kau hadapi kecil di hadapan Allah

1. Terima dulu, masalahmu sepenuhnya.jangan salahkan siapapun,karena masalah itu hadir karena perbuatanmu di masa lalu atau saat ini, Kecuali Allah sedang mengujimu. Tapi biasanya jika masalah lama tak juga selesai, berarti itu bisa juga karena dosa-dosamu di masa lalu.dan masalah itu pantas untukmu.

2. Sholat taubat .di situlah letak awal benar benar intropeksi diri dan memohon maaf kepadaNya.

3. Doa,dzikir dan istighfar sebanyak banyaknya sambil meresapi dan mengingat berbagai dosa (besar atau kecil) yang pernah dilakukan. Istighfar dengan suara berbisik tapi penuh dengan permohonan kepada Allah.jikalau berat carilah pembimbing spiritual ruhani sesuai agamamu dan ahli sesuai dengan permasalahanya. pasti akan terasa ringan karena mendapat suntikan bimbingan juga semangat dan doa.

4. Maafkanlah semua orang yang telah menyakitimu atau jika kamu salah minta maaflah sebesar apapun masalahnya.Karena Allah saja maha pemaaf.apa lupa jika kita salah juga selalu di maafkan Allah.

5. Bersedekahlah sebesar mungkin semampumu. insya Allah makin besar sedekahnya, maka akan mengangkat berbagai kotoran di hati dan masalah.
sehingga hati lebih plong dan pasrah.

6. Lepaskan berbagai rasa memiliki, ingatlah kita ini tidak punya apa-apa, semua milik Nya, bahkan mata kaki tangan kita pun hanya amanah, bukanlah milik kita. Biasanya kita punya masalah justru menjadi “takut kehilangan”,yg lebih aneh lagi misal orang punya hutang dia punya harta banyak tapi lebih memilih masalah hutang nya berlarut dan membuatnya stress padahal dia mau beres hutangnya secepat mungkin .karena sayang hartanya maka takut kehilangan inilah orang yg di perbudak harta .orang sakit punya harta tetap memilih sakitnya tanpa mau kehilangan hartanya ini juga sama di perbudak harta. padahal kita dari lahir sampai mati tetap tak pernah memiliki apapun, kenapa harus takut kehilangan?

7. Tetap berusaha walau jatuh bangun dan tawakkal penuh kepada Allah, pasrah total.

8. Lakukanlah semua atas dasar niat murni ‘kembali ke fitrah manusia di ciptakan untuk apa .” BERIBADAH KEPADANYA”

9. Lakukan Sholat Hajat dan dhuha .kenapa dhuha dan hajat .karena secara umum masalah dan mendasar berasal dari perihal dasar keinginan dan kehidupan duniawi.

10. Kurangi menikmati yang enak-enak dari sudut pandang jasadi .

Misal kurangi makan yang tak perlu (contoh ngemil, atau makan nambah-padahal sepiring cukup, atau makan yang terlalu enak -berlemak ). gunakan waktu sebaik mungkin dipakai ibadah dan berdzkir .

11. Jangan dipikirin masalahnya, yang penting lakukan saja cara di atas di atas, sebab kalau dipikirin berarti tidak sedang melakukan 10 cara di atas dengan totalitas.

Insya Allah jika di lakukan serius apalagi ada yg membimbing akan faham dan pelan pelan lepas masalahnya.seperti apapun jgn lari dari masalah tapi hadapi dgn segala kemampuan .
Billahitaufik walhidayah wasallamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kiriman sedulur sbm google+ di sarikan dari kitab/buku “ngawur nya manusia”  :

Nyai rondo buteng – jogjakarta

10 Dosa Besar Yang Menghambat Datang Rejeky (termasuk jodoh)




Suatu malam saya menonton acara yang diasuh oleh Ustadz Yusuf Mansur di salah satu stasiun televisi nasional yang kala itu mengambil tema "ANTI GALAU". Ketika itu saya mendengar cerita dari salah seorang bintang tamu yang bercerita tentang kegalauan yang pernah dialaminya pada saat mendapat kesulitan dalam mencari jodoh.

Dalam ceritanya, sang bintang tamu mengatakan bahwa beliau pernah mengalami beberapa kali kegagalan dalam perjodohannya. Kemudian ia bertaubat atas perbuatan yang pernah dilakukan yang diantaranya ada dalam 10 dosa besar yang pernah diungkapkan Ustadz Yusuf Mansur. Setelah itu akhirnya beliau menemukan jodoh yang diidam-idamkan. Bahkan bukan cuma itu, usaha yang dikelolanya pun mengalami kemajuan.

Penasaran dengan 10 dosa besar tersebut, akhirnya saya mencoba mencari tahu dengan bantuan simbah google. Ternyata kawan-kawan yang lain telah banyak yang menulis tentang hal ini.

Berikut ini adalah 10 Dosa Besar yang dimaksud: 
  1. SYIRIK, MENYEKUTUKAN ALLAH SWT.
  2. MENINGGALKAN SHOLAT
  3. DURHAKA TERHADAP ORANG TUA
  4. ZINA
  5. HARTA HARAM, REJEKI HARAM
  6. MINUM-MINUMAN KERAS, MABUK-MABUKKAN
  7. MEMUTUSKAN TALI SILATURRAHIM
  8. BERBUAT KEBOHONGAN, SAKSI PALSU
  9. KIKIR, PELIT
  10. GHIBAH, BERGUNJING

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan umumnya bagi pembaca sekalian agar senantiasa mendapat kelancaran dalam urusan jodoh, rezeki dan lain sebagainya supaya tidak ada lagi dosa yang dapat menghalangi dikabulkannya do'a kita semua. Amin

Tangis Doa Untuk Putri Tercinta....



Hampir disetiap Malam ku terjaga....

Ku pandangi wajah polosmu...
Begitu natural tanpa dosa...
Putriku.....

Ayahmu tak lain hanya manusia lemah
Tiada daya... tiada guna...
Tik...tik...tik...
Tak sadar air mata bersimbah jatuh
Ya Allah...
Lelaki yang dipanggil ayah ini sedang gundah

Bagaimana aku tidak..
Aku tak dapat melakukan hal apapun...
Ya Allah...
Kalau bukan karena Rahman Rahim Mu...
Kalau bunkan karena karunia dan rahmat Mu..
Wahai Rabb Maha Kaya, Maha Pemberi lagi Maha Tinggi

Tangisku ini...
Untuk putriku
Gadis kecil yang begitu aku sayang
Engkaulah yang Maha Tahu
Engkau yang mengetahui apa yang akan terjadi
Karena Engkaulah Maha Kehendak
Dan Kaulah Pemilik Takdir

Ya Allah...
Tiada Tuhan Selain Engkau...
Engkaulah yang maha Suci
Pemilik 99 nama Mulia..
Pemilik Langit dan Bumi
Penguasa Ilmu
Sujudku Hanya untuk Mu
Takutku hanya pada Mu

Perkenankanlah..
Ayah dari seorang Gadis kecil ini
Memohon pada Mu
Lindungilah anakku...
Cukupkan segala hajatnya...
Lebihkanlah Rejekinya...
Terangi hidupnya dengan hidayah Mu
Pelihara ia dengan Kasih Sayang Mu
Panjangkan umurnya
Dan...
Muliakanlah ia

Wahai Rabb Azza wajalla...
Ku bersimpuh di hadapanmu dengan urai air mata
Ampunilah hamba..
Berilah kesempatan
Tuk lihat putriku bahtagia...

Putriku.....
Ayah teramat sayang padamu


Brebes 14 Des 2014



Makna TABAYYUN

Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya.


Tabayyun adalah akhlaq mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan dalam pergaulan. Hadits-hadits Rasulullaah saw dapat diteliti keshahihannnya antara lain karena para ulama menerapkan prinsip tabayyun ini. Begitu pula dalam kehidupan sosial masyarakat, seseorang akan selamat dari salah faham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena ia melakukan tabayyun dengan baik. Oleh karena itu, pantaslah Allaah swt memerintahkan kepada orang yang beriman agar selalu tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak meyesal di kemudian hari,” Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu”.

Bahaya meninggalkan tabayyun
1. Menuduh orang baik dan bersih dengan dusta.
Seperti kasus yang menimpa istri Rasulullaah saw yaitu Aisyah ra. Ia telah dituduh dengan tuduhan palsu oleh Abdullaah bin Ubai bin Salul, gembong munafiqin Madinah. Isi tuduhan itu adalah bahwa Aisyah ra telah berbuat selingkuh dengan seorang lelaki bernama Shofwan bin Muathal. Padahal bagaimana mungkin Aisyah ra akan melakukan perbuatan itu setelah Allaah swt memuliakannya dengan Islam dan menjadikannya sebagai istri Rasulullaah saw. Namun karena gencarnya Abdullaah bin Ubai bin Salul menyebarkan kebohongan itu sehingga ada beberapa orang penduduk Madinah yang tanpa tabayyun, koreksi dan teliti ikut menyebarkannya hingga hampir semua penduduk Madinah terpengaruh dan hampir mempercayai berita tersebut. Tuduhan ini membuat Aisyah ra goncang dan stress, bahkan dirasakan pula oleh Rasulullaah saw dan mertuanya. Akhirnya Allaah swt menurunkan ayat yang isinya mensucikan dan membebaskan Aisyah ra dari tuduhan keji ini[baca QS Annuur 11-12].

2. Timbul kecemasan dan penyesalan.
Diantara shahabat yang terpengaruh oleh berita dusta yang disebarkan oleh Abdullaah bin Ubai bin Salul itu adalah antara lain Misthah bin Atsasah dan Hasan bin Tsabit. Mereka itu mengalami kecemasan dan penyesalan yang dalam setelah wahyu turun dari langit yang menerangkan duduk masalahnya. Mereka merasakan seakan-akan baru memsuki Islam sebelum hari itu, bahkan kecemasan dan penyesalan tersebut tetap mereka rasakan selamanya hingga mereka menemui Rabbnya[QS AlHujurat 6].

3. Terjadinya keslahfahaman bahkan pertumpahan darah.
Usamah bin Zaid ra bertutur: Rasulullaah saw telah mengutus kami untuk suatu pertempuran, maka kami tiba di tempat yang dituju pada pagi hari. Kami pun meyerbu musuh. Pada saat itu saya dan seorang dari kaum Anshar mengejar salah seorang musuh. Setelah kami mengepungnya, musuh pun tak bisa melarikan diri. Di saat itulah dia mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah. Temanku dari Anshar mampu menahan diri, sedangkan saya langsung menghujamkan tombak hingga dia tewas. Setelah saya tiba di Madinah, kabar itu sampai kepada Rasulullaah saw. Beliau bersabda:” Hai Usamah, mengapa engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah?Saya jawab:” Dia mengucapkan itu hanya untuk melindungi diri”. Namun Rasulullaah saw terus mengulang-ulang pertanyaan itu, hingga saya merasa belum pernah masuk Islam sebelumnya{HR.
Bukhari].(Dalam riwayat Muslim, Nabi saw bertanya kepada Usamah dengan “Apakah kamu telah membedah hatinya?”).



Hadits ini memberi pemahaman bahwa Nabi saw marah kepada Usamah bin Zaid ra karena ia telah membunuh musuhnya yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah, hingga Nabi saw bertanya “Apakah engkau telah teliti dengan jelas (tabayyun) sampai ke lubuk hatinya bahwa ia mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah itu karena ia takut senjata dan ingin melindungi diri….dst?”.
Penyebab tiada tabayyun
1. Pada masa kanak-kanak.
Sesorang yang hidup di bawah asuhan orang tua yang tidak memiliki sikap tabayyun, maka sikap tersebut kelak akan meresap ke dalam jiwa anaknya hingga akhirnya anak itupun menjadi potret dari kedua orang tuanya yaitu tidak memiliki sikap tabayyun.

2. Tertipu oleh kefasihan kata.
Adakalanya telinga seseorang itu jika mendengarkan kata-kata manis dan menarik lantas menjadi tertipu, padahal itu hanyalah rayuan dan bunga-bunga perkataan, sehingga ia lalai dan tidak tabayyun. Karena
itulah Nabi saw bersabda tatkala merasakan gejala ini, “Sesungguhnya kalian mengajukan perkara kepadaku, dan barangkali sebagian dari kamu lebih pintar berbicara dengan alasan-alasannya daripada yang lain, maka
barangsiapa yang aku putuskan dengan hak saudaranya karena kepintarannya bermain kata-kata, maka berarti aku telah mengambilkan untuknya sepotong bara api neraka, maka janganlah ia mengambilnya”[HR.
Bukhari].

3. Lalai terhadap dampak buruknya.
Seseorang tidak menyadari bahaya buruk meninggalkan tabayyun. Padahal akibatnya akan mencemarkan nama baik orang, penyesalan diri dll.

Terapi terhadap sikap tiada tabayyun
1. Senatiasa meningkatkan ketaqwaan, karena salahsatu di antara keutamaan taqwa adalah Allaah akan memberikan ‘Furqan’ kepadanya, yaitu kemampuan membedakan yang haq dari yang batil, yang benar dari yang
bohong[QS AlAnfal 29].

2. Bergaul dengan orang-orang yang memiliki sikap tabayyun. Hal ini akan banyak memberi manfaat baginya kepada sikap kritis, penuh pemikiran dan pertimbangan hingga ia selamat dari ketergelinciran dan salah langkah dalam mengambil langkah dan tindakan.
3.Membaca, memahami,merenungi dan mengamalkan ayat-ayat yang membahas tabayyun (misalnya AlHujurat 6, Annisaa 94).
4. Membiasakan diri untuk selalu berprasangka baik terhadap muslim lainnya (QS. Annuur 12).
” Ya Allaah, lapangkanlah dada kami, tenangkanlah jiwa dan fikiran kami, karuniakanlah sifat tabayyun pada diri kami, sehingga kami dapat menyikapi semua berita yang sampai kepada kami dengan benar sesuai
kehendak-Mu”.

Semoga bermanfaat…
Sumber: http://bit.ly/vQv3cWa